Rabu, 03 November 2010

Aneh, Seorang Gadis Menikah Dengan Kodok

21 Jan 2009
Pernikahan ‘ajaib’ terjadi di desa Pallipudpet, Tamil Nadu, India. Tradisi yang disebut Pongal ini menikahkan gadis bau kencur dengan seekor kodok.

Tahun ini, Vigneswari dan Masiakanni, dua bocah 7 tahun didapuk menjadi mempelai wanita. Mereka mengenakan sari, pakaian tradisional India, dan beragam perhiasan.

Sedangkan mempelai pria alias si kodok, diikat di sebuah tongkat panjang yang sudah dihiasi bunga.

Keduanya dibawa ke kuil yang berbeda, untuk menyiasati banyaknya massa yang mengantarkan mereka. Selama upacara pernikahan, pendeta Hindu yang memimpin doa, tak lupa memegang tangan kedua mempelai. Setelah upacara sakral tersebut usai, keduanya pun resmi menjadi pasangan suami istri.

Pongal berakar pada kisah saat Dewa Siwa mengubah diri menjadi kodok, akibat cekcok Parvati, istrinya. Parvati menangis seharian, dan penyakit misterius pun mewabah.

Parvati minta warga desa mencari Siwa dan memintanya menikah dengan seorang bocah. Parvati lah yang menjadi bocah itu. Setelah mereka menikah, wabah pun hilang.

“Gadis dipilih yang belum puber dan orangtuanya yang biasanya minta. Tak jarang si bocah dipaksa menyelamatkan desa dari bencana,” ujar Dominic Bosco, salah satu pengunjung dari Tamil.

Pemerintah pun gerah, karena praktik ini melanggar UU. Pemerintah bahkan mengirimkan tim berbagai disiplin untuk membujuk warga desa agar meninggalkan tradisi ini. Bagi Vigneswari dan Masiakanni, pernikahan tak perlu dipersoalkan, karena usai upacara sang kodok tak perlu dicium, tetapi dilepas di kolam. [sry/ais]
(suber berita Rileks.com)

Gila-gila,anak Usia 1,5 Tahun Menikah Dengan Pelacur

20 Feb 2009
Sekelompok anggota suku di India menikahkan seorang bocah laki-laki dengan seorang pelacur di India timur, guna mencegah terwujudnya ramalan bahwa anak laki-laki itu akan menemui ajal oleh harimau, demikian laporan yang tersiar Rabu.

Upacara pernikahan di satu kuil di kabupaten Jajpur di Negara Bagian Orissa diselenggarakan dengan semua upacara tradisional, termasuk mahar buat mempelai wanita pelacur di desa tersebut.

Ayah mempelai pria, yang baru berusia satu-setengah tahun, disarankan untuk menyelenggarakan perkawinan itu ketika mereka melihat satu gigi tumbuh dari gusi atas anak laki-laki tersebut kejadian yang dipandang sebagai kutukan jahat.

Sanrumula Munda, ayah sang mempelai pria, mengatakan upacara itu takkan menghalangi dia menikah ketika usianya sudah cukup.[ant/ais]
(sumber berita Rileks.com)